Setelah mendapatkan fragmen senjata iblis yang masih tersegel, Yin Yue tahu dia tidak bisa berlama-lama. Dengan cepat, dia mengaktifkan artefak teleportasi menuju keluar yang ada di dekat tempat itu.

Lynx yang melihat gerakan Yin Yue segera melepaskan tembakan laser tak kasat mata dari kedua matanya. Namun kabut tebal dari energi iblis menciptakan refleksi bayangan sehingga Lynx tidak mengenai sasaran.

Tubuh Yin Yue segera diselimuti cahaya dan dalam sekejap, ia menghilang dari dunia kecil ini, membawa fragmen senjata iblis bersamanya.

Kembali ke medan pertempuran, kedua makhluk penjaga yang telah menyerap energi iblis beranjak menyerang dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya. Mereka bergerak dengan kecepatan mengerikan, cakarnya yang tajam melesat ke arah Lynx dan Ling Mei.

Ling Mei refleks menahan napas, tubuhnya tegang.

Namun, Lynx tetap diam di tempatnya, tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan. Dengan satu gerakan sederhana, dia mengangkat tangannya dan menghantam salah satu makhluk penjaga dengan tinju yang tampak biasa.

BOOM!

Dalam satu pukulan, makhluk besar itu meledak, tubuhnya hancur berkeping-keping seperti tanah liat yang dihancurkan dengan palu raksasa.

Makhluk satunya belum sempat bereaksi ketika Lynx berbalik dan melayangkan pukulan keduanya. Seperti yang pertama, makhluk itu langsung musnah tanpa sempat melawan.

Ling Mei hanya bisa terpana. Ia tahu Lynx kuat, tetapi tetap saja, melihatnya menghancurkan dua makhluk yang telah menyerap energi iblis hanya dengan satu serangan adalah sesuatu yang sulit dipercaya, apalagi makhluk ini diperkirakan setara immortal karena Ling Mei tidak bisa merasakan kekuatannya tetapi tekanan yang diberikan menyerupai dengan Immortal yang pernah ditemuinya.

Lynx menghela napas ringan, menurunkan tangannya. "Kurasa kita sudah selesai di sini," katanya santai. Namun, matanya menajam saat merasakan energi iblis berputar semakin kuat di udara. "Tapi sepertinya masalah yang lebih besar baru saja dimulai."

Ling Mei menoleh, merasakan hawa jahat yang menyelinap keluar dari formasi pelindung yang telah terbuka. Energi itu begitu liar dan berbahaya, seolah mencari celah untuk melampaui batas dunia kecil ini.

"Apa sebenarnya rencana Yin Yue? Apakah dia menginginkan senjata itu untuk dirinya sendiri, atau ada seseorang di balik semua ini? Apakah dia tidak sadar bahwa perbuatannya bisa membunuh semua penduduk di sekitar sini?" gumam Ling Mei dengan suara lirih. Kecemasan mulai memenuhi hatinya.

Lynx tiba-tiba menyadari sesuatu yang membuat dadanya terasa sesak. Artefak kalung yang dikenakan Ling Mei tidak lagi mampu menahan energi iblis yang semakin meluap dari formasi terbuka. Dengan matanya sendiri, ia melihat bagaimana energi hitam pekat itu meresap perlahan ke dalam tubuh Ling Mei.

"Ling Mei!" seru Lynx, ekspresi wajahnya yang biasanya tenang kini penuh kekhawatiran. "Energi ini mulai masuk ke tubuhmu!"

Ling Mei terhuyung sedikit, tangannya mencengkeram dadanya, merasakan hawa dingin yang menembus tulangnya. Jalur meridiannya terasa terkontaminasi oleh sesuatu yang asing dan jahat.

Lynx melihat perubahan pada Ling Mei, matanya mulai memerah, efek dari energi iblis yang merasuki tubuhnya. "Aku harus membuka segel ditubuhku dan menyerap semua energi ini. Hanya ini satu-satunya cara yang kutahu bisa mengatasinya."

Lynx menggenggam kedua bahu Line Mei dengan erat, menatap dalam ke matanya. "Aku akan melakukan sesuatu untuk menghentikan energi ini agar tidak menyakiti orang lain. Kau harus segera menjauh dari sini."

"Tapi Xiao Ling, apa yang ingin kau lakukan?" Ling Mei merasa firasat buruk menyelimutinya.

"Cepat!" Lynx menegaskan, suaranya tak terbantahkan. Ia mendorong Ling Mei dengan lembut namun tegas, memastikan wanita itu mundur beberapa langkah.

Ling Mei ingin membantah, tetapi melihat ekspresi Lynx, ia tahu ini bukan saatnya berdebat. Dengan langkah ragu, ia mundur beberapa meter, namun tetap mengawasi Lynx dengan penuh kecemasan.

Lynx tahu tidak ada pilihan lain. Energi iblis ini akan terus menyebar, merasuki, dan menghancurkan siapa pun yang terkena dampaknya. Jika ia tidak bertindak sekarang, kota Huoling juga akan menjadi korban berikutnya, terutama Ling Mei.

Dengan napas berat, ia memutuskan untuk membuka segel kekuatannya lebih banyak dari sebelumnya. "Aku sudah merasakan penderitaan saat batu meteor membakar tubuhku. Energi iblis ini pasti bisa kutahan," batinnya.

Kali ini, Lynx membuka sedikit segel yang ada di akar spiritualnya dan pada benda aneh yang kini menyatu dengannya. Seketika, dunia kecil kembali berguncang akibat efek kekuatan yang terpancar keluar. Lynx segera menstabilkan kekuatan yang menerobos keluar dan memfokuskan diri untuk menyerap energi iblis yang ada di sekitarnya.

"Xiao Ling, apa yang terjadi? Dunia kecil ini sepertinya akan hancur!" kata Ling Mei dengan rasa khawatir. Tubuhnya semakin gemetar karena energi iblis yang semakin banyak memasuki tubuhnya. Kalung artefak di lehernya sudah tidak mampu menolak energi iblis yang terus berusaha merasukinya.

Tiba-tiba, udara di sekitarnya bergetar. Ling Mei terkejut saat melihat pusaran energi iblis yang luar biasa kuat muncul di sekeliling tubuh Lynx. Mata Lynx bersinar tajam, dan dalam hitungan detik, energi iblis yang tersebar di dunia kecil mulai bergerak cepat, tersedot masuk ke dalam tubuhnya.

Dunia kecil yang sebelumnya bergetar seolah akan runtuh kini mulai tenang, tetapi dari segala penjuru, energi iblis berkumpul ke satu arah. Gelombang hitam yang mengancam mulai terserap, seakan ditelan oleh kekuatan yang lebih besar. Ling Mei menatap pemandangan itu dengan ngeri, menyadari bahwa Lynx sedang mengambil risiko yang sangat besar.

Namun, ia juga bisa merasakan bahwa energi iblis yang merasuki tubuhnya perlahan menghilang. Asap hitam tipis keluar dari tubuhnya, tersedot masuk ke tubuh Lynx.

Beberapa saat kemudian, setelah semua energi iblis yang berasal dari formasi pelindung fragmen senjata iblis terserap, tubuh Lynx mulai bergetar. Energi yang ia serap mempengaruhi pikirannya dan jiwanya. Ia berusaha menyegel kembali akar spiritualnya, bersama benda asing yang telah menyatu dengannya. Lynx khawatir tidak mampu mengendalikan dirinya jika menyerap lebih banyak lagi. Bukan rasa sakit yang ia khawatirkan, tetapi efek negatif yang akan terjadi jika pikirannya kehilangan kendali.

"Energi iblis ini tidak akan kubiarkan lepas lagi dan menyakiti orang-orang di sekitarku," batinnya.

Tubuhnya jatuh berlutut. Energi iblis yang sangat kuat bergejolak di dalam akar spiritualnya, memberontak, berusaha melarikan diri karena tidak dapat menyatu dengan energi yang telah ada.

"Xiao Ling...?" Ling Mei memanggilnya dengan suara gemetar.

Terlambat.

Lynx mengangkat kepalanya perlahan, namun bukan lagi ekspresi lembut yang terlihat. Matanya kini berubah menjadi merah pekat, aura hitam mulai menyelimuti tubuhnya, dan hawa dingin yang menyesakkan memenuhi udara.

Lynx telah kehilangan kendali.

Dalam sekejap, ia mengamuk, menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya dalam satu pukulan. Tanah retak, batu-batu besar hancur berkeping-keping, dan energi hitam yang keluar dari tubuhnya seolah siap melahap dunia.

Ling Mei terlempar jauh terkena hempasan ledakan dari pukulan yang dilepaskan Lynx.

Dengan tubuh terluka, ia berusaha bangkit. Kakinya gemetar, napasnya tersengal. "Tidak... Xiao Ling, sadarlah!"

Namun Lynx, mendengar suara itu, justru berbalik dan mendekat. Matanya kosong dan penuh niat membunuh. Setiap langkahnya membuat dunia kecil bergetar, pijakannya membentuk retakan yang semakin lebar.

"Ini... tidak mungkin... Xiao Ling, ini aku. Sadarlah. Kamu sudah berjanji akan menjagaku," bisik Ling Mei putus asa.

Dada terasa sesak. Pria di depannya, yang berjanji akan selalu melindunginya, kini menjadi ancaman yang paling menakutkan. Tapi alih-alih melarikan diri, dorongan kuat dari hatinya membuatnya melangkah maju.

Tanpa sadar, ia justru memeluk Lynx, tubuhnya bergetar, air mata mengalir tanpa bisa dibendung. "Xiao Ling..."

Lynx mengangkat tangannya, bersiap menghabisinya. Namun saat telapak tangannya hampir menghantam tubuh Ling Mei, gerakannya terhenti. Matanya yang merah pekat bergetar sesaat. Tubuhnya seolah memberi peringatan untuk tidak menyakiti wanita di hadapannya. Pikirannya kacau, berperang dengan kehendak gelap yang mencoba menguasainya.

Di dalam kesadarannya yang terkoyak, ia melihat Ling Mei yang terluka, ketakutan, namun tetap memeluknya.

Sebuah perasaan asing muncul di dalam hatinya, menghancurkan kendali energi iblis yang mencengkeram pikirannya.

Namun ia tahu, itu tidak akan bertahan lama.

